Kamis, 05 Maret 2009

94 Kursi DPRD DKI Jakarta Diperebutkan 2.425 Caleg

Begitu ketat persaingan perebutan kursi di DPRD DKI Jakarta.Seperti diberitakan oleh Pos Kota online, sebanyak 2.425 Caleg bersaing meraih jatah 94 kursi pada Pemilu 2009 disana. Menurut Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta, Juri Ardiantoro, seluruh daftar nama caleg tersebut berasal dari 38 partai peserta pemilu. “Nama-nama caleg yang masuk akan diverivikasi, apakah mereka memenuhi persyaratan adiministratif atau tidak,” katanya, Jumat (22/8).

Ia mengemukakan tahap pemeriksaan berkas tersebut segera dilakukan. “Tim verifikasi segera bekerja.”

Ribuan caleg dari 38 partai tersebut akan bertarung menduduki 94 kursi. Untuk periode 2004-2009 jumlah kursi DPRD DKI Jakarta sebanyak 75 kursi.

Jumlah anggota terbanyak pada 2004-2009 diduduki PKS sebanyak 18 kursi, Demokrat 16 kursi, PDI-Perjuangan 11 kursi, Partai Golkar 7 kursi, PPP 6 kursi, PAN 6 kursi, PDS 5 kursi, PKB 4 kursi, PBR 2 kursi.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Sang Birokrat

(Suatu pagi di jalan Kemangi, 24/08/07)

Sang Birokrat
berbaju cokelat
sepatu sedikit mengkilat
kerja dari rapat ke rapat
berlomba mengejar naik pangkat

Sang Birokrat
jarang berkeringat
merasakan nikmat
dari persembahan hormat
dapat jaminan hidup sepanjang hayat
tapi lupa daulat rakyat

Kampus UI, 24/08/2007.

Puisi untuk Wakil Rakyat
Oleh Andrinof A Chaniago

Di masa pemilu dahulu
Kami lihat gerak bola matamu seperti radar angkatan
perang
Yang dapat melacak suara jangkrik di waktu siang
Sehingga, kami sempat percaya bahwa Tuan-tuan tahu apa
yang kami mau
Kami pun sempat percaya bahwa Tuan-tuan akan menjadi
pelindung kami
dari orang-orang yang hanya ingin memperkaya diri
sendiri
yang hanya ingin menjadikan kuasa dan harta sebagai
senjata

Lewat retorikamu di saat kampanye dulu
Kami percaya Tuan-tuan akan akan bersiaga untuk kami
sepanjang waktu
Menunggu keluh kesah rakyatmu
Menampung dan merundingkan aneka kehendak kami
diantara sesama para politisi

Tetapi setelah masa kampanye jauh berlalu
Kursi berputar menyambut sibukmu
Rumah rakyat yang sejuk mememelukmu
Birokrasi menjadi penyaring tamu-tamumu
Kita pun berjarak seperti tak pernah saling tahu

Jauh di luar ruang kerjamu
ada pagar kekar berteralis baja
Di sana kami berdiri berharap akan sapaanmu
dan bersiap dengan pertanyaan:
Mengapa diammu bukan lagi perenungan?
Mengapa tidurmu bukan lagi jeda pengabdian?
Mengapa retorikamu menjadi tanpa logika?

Di kejauhan pun kami mendengar
Suara tinggi mu menggelegar
menggertak usulan rakyatmu sendiri
yang tengah berharap tegaknya demokrasi sejati
lewat Pemilu dan Pilkada yang bisa menghasilkan
pemimpin sejati
(Kami pun bertanya, “Mengapa tuan-tuan tidak berkenan
ketika ada orang ingin menjadi pemimpin sejati negeri
ini?”)
Dengan sigap tuan-tuan berujar,
“Calon perorangan merusak sistem!”
“Calon perorangan harus didukung 15% suara sah!”
Dan seterusnya.. dan seterusnya…

Kami menjadi teringat ketika berjalan menuju ruangan
kantormu
Di sana kami melintasi para penjaga berseragam bak
bala tentara Kaisar Romawi
Yang sigap menyuruh kami memarkir kendaraan jauh dari
halaman parkirmu
Sehingga kami harus berlari menghindari sengatan terik
matahari

Masih bisakah kami percayai janjimu
Ketika acungan telunjukmu bukan lagi tanda janji
Tetapi pengawal ucapanmu
bahwa wakil rakyat adalah pemilik kekuasaan legislasi

Kami pun mulai sadar
bahwa wakil rakyat di zaman kini
sudah membedakan antara penyalur aspirasi dan
kekuasaan legislasi
sudah membedakan antara kompetisi dan demokrasi

Di media massa kami membaca
Retorika-retorika barumu yang merobek makna
dan jawaban-jawabanmu yang makin jauh dari logika
mencampuradukkan energi sekumpulan partai dengan
energi seorang manusia
yang tidak ada contohnya di mancanegara

Kini kami merasa seperti orang-orang yang ditinggal
pergi
Oleh Tuan-tuan yang dulu mengaku ingin menjadi
wakil-wakil kami
dan dulu pernah memberi janji
bahwa engkau akan menampung suara hati kami
Tetapi ternyata waktu itu kami hanya bermimpi

Retorika dan olah mimikmu tentu saja membuat banyak
orang terpesona
melumpuhkan niat orang-orang muda yang akan
berdemonstrasi
Bahkan membuat para lansia mengangguk-angkuk sambil
tertawa
Yang memberi pertanda bahwa akal sehat tidak lagi
berdaya

Karena logika menjadi tidak berguna
Sementara politik dilanda krisis etika
dan kebijakan-kebijakan tercerabut dari kedaulatan
rakyat
maka hari ini kami menyapamu dengan puisi

Depok, 21 Agustus 2007

Kumpulan Puisi Politik

Ludah yang kering


Lihatlah!
masih adakah hati yang berisi?
ketika logika sudah berbau terasi
ketika nurani kian ter-erosi..
di kilatan hujan pesona yang tidak kunjung basi

Lihatlah!
Dendang-an birokrat dan wakil berdasi..
penuh kegiatan sinetron mengejar kursi
Ketika tikus sibuk pesta korupsi
kucing justru giat pamer gusi...
terbuai diempuknya jok mercy

Lihatlah!
Gempita riuhnya demokrasi
menumbuhkan nurani yang semakin membesi
saat Rakyat butuh nasi..
namun justru di kremasi

Ah, sudahlah!
ini bukan Demonstrasi. .
ini juga bukan mosi...
ini hanyalah puisi...
dari yang hidup namun sesungguhnya mati!

-----------------------
Serial Puisi-puisi Kritik Politik
Oleh Andrinof A Chaniago

Senjata
(untuk Dek Pendi alias Effendi Gazali di Republik
Mimpi)

Peluncuran Perangko Pemilu 2009 dan Blog Caleg PDF Cetak E-mail Kamis, 05 Maret 2009

Jakarta, kpu.go.id--Dalam rangka sosialisasi Pemilu 2009, Komisi Pemilihan Umum (KPU) meluncurkan perangko Pemilu 2009 dan Blog Calon Legislatif (Caleg). Peluncuran ini berlangsung di Kantor KPU (05/03) di depan wakil dari parpol peserta Pemilu 2009 dan peserta Rapat Kerja (Raker) dengan Ketua KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota seluruh Indonesia.

Dalam sambutannya, Ketua KPU Abdul Hafiz Anshary mengemukakan bahwa peluncuran perangko Pemilu merupakan bagian dari upaya KPU dalam sosialisasi Pemilu DPR, DPD, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota. “Sosialisasi ini juga merupakan bentuk partisipasi masyarakat dalam sosialisasi Pemilu 2009,” ujar Hafiz.

Pertemuan itu membahas perencanaan iklan layanan masyarakat mengenai hak pilihnya pada Pemilu 9 April 2009. Peluncuran Blog Para Caleg Indonesia dan perangko sampul hari pertama Pemilu 2009. Raker juga membahas pengumuman perbaikan Daftar Pemilih Tetap (DPT) dari masing-masing Provinsi, Kabupaten/Kota.

Menurut Hafiz, KPU telah merencanakan iklan layanan masyarakat di beberapa tempat, khususnya masing-masing daerah. ”Penayangan iklan diperkirakan bulan Maret sampai minggu tenang akan disampaikan ke pada masyarakat melalui media cetak dan elektronik,” ujar Hafiz.

Ketua KPU mengucapkan terima kasih atas perhatian Pos Indonesia yang telah membuat perangko bergambar bertema Pemilu 2009. Sementara itu Farida Dwi Cahyarini, Sekretaris Direktorat Jenderal Pos dan Telekomunikasi, menjelaskan bahwa perangko Pemilu 2009 diedarkan dalam empat desain yang masing-masing dicetak dalam jumlah 300.000 lembar. ”Perangko dijadikan media pembelajaran demokrasi suatu bangsa. Dengan terbitnya perangko tersebut, sejarah pemilu dapat dipelajari,” kata Farida.

Hafiz menyebutkan, ada tiga strategi pokok sosialisasi Pemilu 2009. Pertama, komunikasi media, seperti tayangan iklan layanan masyarakat tentang Pemilu 2009 dibeberapa media massa, cetak maupun elektronik. Media promosi lainnya yang dibuat KPU antara lain, pamplet, spanduk, stiker, poster, dan lain-lain.”KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota juga telah membuat publikasi yang berbahasa Indonesia maupun berbahasa daerah,” ujar Hafiz.

Kedua, komunikasi tatap muka dengan KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota yang berbentuk bimbingan teknis, pertemuan dengan Menkominfo, dengan para pemilih pemula, pemilih perempuan, dan lainnya. Ketiga, mobilisasi sosial, KPU melaksanakan simulasi pemungutan suara di berbagai daerah, termasuk di Papua. ”Kami juga mengimbau kepada KPU Provinsi dan KPU Kabupaten/Kota untuk membuat spanduk mengenai tanggal berlangsungnya pemilu pada 9 April 2009,” ujar Hafiz.

Sebagai sarana kegiatan sosialisasi Pemilu 2009, KPU meluncurkan layanan blog bagi para calon legislatif (caleg) Indonesia. Blog yang akan diisi oleh para caleg ini diharapkan bisa memberikan pendidikan politik yang baik. Di sisi lain, para caleg akan mendapatkan timbal balik positif dan lebih dikenal masyarakat. ”Publikasi parpol mempunyai tujuan untuk menarik perhatian masyarakat terhadap pesan-pesan yang ingin disampaikan oleh masing-masing parpol,” kata Aziz.

Pada dasarnya blog para caleg Indonesia merupakan catatan singkat para calon legislatif yang telah ditetapkan oleh KPU dapat untuk memaparkan visi dan misinya. Blog ini dapat dilihat di situs calegku.info.***

Selasa, 03 Maret 2009

Fogging dan H.Boy Bernadi Sadikin


Fogging merupakan program yang dibuat dari tahun 2003 lalu dan sampai H.Boy Bernadi Sadikin menjadi ketua DPC PDI Perjuangan Kodya Jakarta Selatan periode 2004 - 2010, tetap komitmen membantu masyarakat untuk terhindar dari penyakit berbahaya yakni Demam Berdarah (DBD).

Audiensi di KPUD Jateng, Komisi II DPR Nilai Sosialisasi Pemilu Kurang Triono Wahyu Sudibyo - detikPemilu


Semarang - Komisi II DPR RI beraudiensi dengan anggota KPUD Jawa Tengah. Mereka menilai sosialisasi pemilu kurang, sehingga pemilih masih bingung tentang tata cara pemilihan.

Dialog komisi yang membidangi pemerintahan ini digelar di kantor KPUD, Jl Veteran, Semarang, Rabu (4/3/2009). Sekitar 50 orang dari unsur KPUD (kabupaten/kota), Panwaslu, dan masyarakat umum hadir dalam pertemuan itu.

Yang didaulat menjadi pembicara adalah perwakilan Komisi II, tiga anggota KPUD Jateng (Andreas Pandiangan, Fajar Saka, dan Siti Malikhatun), dan Ketua Panwaslu Jateng Abhan Misbah.

Anggota Komisi II Ferry Mursyidan Baldan mengatakan kedatangannya ke KPUD Jateng adalah mengingatkan pentingnya sosialisasi pemilu ke masyarakat. Mengacu dari survei berbagai lembaga, hingga saat ini pemilih belum terinformasi mengenai tata cara pemilihan secara rinci.

"Misalnya saja soal tanda contreng. Pemilih masih beranggapan dua tanda contreng tidak sah. Padahal informasi terbaru dari KPU, hal itu sah," katanya di sela-sela pertemuan.

Selain soal tanda contreng, Komisi II juga menilai pengetahuan pemilih terhadap surat suara belum lengkap. "Mereka belum tahu bagaimana bentuk surat suara, sehingga mereka sulit mengidentifikasi parpol, caleg, calon anggota DPD, pilihannya," imbuh politisi Partai Golkar ini.

Meski waktunya kian mepet, Ferry menegaskan KPUD masih punya peluang agar persoalan-persoalan yang muncul di tengah masyarakat bisa teratasi. Diharapkan, pada pileg 9 April mendatang, tidak ada masalah seputar tata cara pemilihan.

Pertemuan yang digelar di lantai tiga itu sempat terganggu akibat listrik mati. Peserta pertemuan keluar beberapa saat, karena tak tahan akibat gelap gulita dan AC mati. ( try / nrl )

Baliho Kampanye SBY di Jl Sudirman


Jakarta - Larangan pemasangan baliho kampanye di jalan-jalan protokol Jakarta tak selamanya dipatuhi, termasuk oleh Partai Demokrat. Gambar PD lengkap dengan foto SBY tampak di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta Selatan.

Baliho besar tersebut berdiri kokoh di perempatan Jalan Sudirman - flyover Ambasador atau di depan Sampoerna Stategic Tower menghadap ke selatan. Baliho berukuran 4x6 meter tersebut menampilkan SBY dan logo PD dan angka 31 dengan tagline Mari Kita Dukung Terus.

Baliho ini berdampingan dengan iklan produk komersil yang menghadap ke utara. "Nggak tahu masangnya kapan, tahu-tahu sudah ada," kata Wawan,32, tukang ojek di kawasan Sudirman kepada detikcom, Rabu (4/3/2009).

Beda PD, beda pula Partai Golkar. Partai berlambang pohon beringin ini memasang JK tanpa tagline kampanye apa pun di Jalan Rasuna Said Kuningan dan Jalan Gatot Soebroto, Pancoran. Di kedua baliho yang sama-sama superbesar itu hanya tertulis Gunakan Hak Pilih Anda di bawah foto JK.

Guna menyiasati pelanggaran kampanye, tak ada logo partai ataupun embel-embel kampanye. Bahkan foto ketua partainya tak diberi identitas apa pun baik sebagai ketua partai atau wakil presiden.

Hal serupa juga terlihat di Jl MT Haryono. Baliho SBY tidak memakai atribut partai. ( asp / nrl )