Senin, 02 Maret 2009

Korban PHK Jadi Caleg

Selasa 3 Maret 2009, Jam: 10:21:00

JAKARTA (Pos Kota) – Ribuan warga korban PHK ramai-ramai menyerbu perusahaan baru di Kawasan Berikat Nusantara (KBN) Cakung berebut kerjaan. Mereka sejak pagi Senin (2/3) memenuhi halaman pabrik garmen milik investor Korea dengan harapan agar bisa menyambung hidup.Korban PHK lainnya yang berusia menjelang senja dan kesulitan mencari pekerjaan, mencoba peruntungan menjadi calon legislatif (Caleg) atau tim sukses.

"Saya sangat berharap bisa kerja kembali untuk menyambung hidup," kata Henny korban PHK PT Inkosindo saat mengantre untuk menyerahkan lamaran ke PT Hansoll Indo yang sedang membuka lowongan kerja, Senin (2/3). Uniyati korban PHK PT Lestari yang perusahaannya bangkrut 6 bulan lalu juga mengaku sangat memimpikan pekerjaan tersebut.

Eddy Ihut Siahaan Direktur Pemasaran dan Investasi KBN mengakui, setiap kali ada perusahaan baru yang membuka lowongan selalu saja diserbu pelamar. “Apalagi dalam beberapa bulan ini banyak perusahaan bangkrut dan mem-PHK karyawan sehingga mereka pelamar kerja sangat membludak,” ujar Ihut. Hadirnya perusahaan baru PT Hansoll Indo yang bermarkas di Guatemala tentu sangat membantu pemerintah mengatasi pengangguran.

DAFTAR CALEG
Sejumlah korban PHK yang kesulitan memperoleh pekerjaan baru mencoba peruntungan daftar jadi Caleg di daerahnya. Meski belum ada survei yang akurat, namun sinyalemen ini diperkuat dari banyaknya Caleg yang tidak punya pekerjaan. Sebagai salah satu contoh dari 1.010 Caleg DPRD Kota Bekasi, sekitar separuhnya tidak bekerja dan ada yang korban PHK. Sedangkan dari 152 Caleg Provinsi Jawa Barat, 20 persen tidak memiliki pekerjaan tetap. Sedangkan 161 Caleg DPR dan 26 Calon DPD rata-rata hanya sebagai pengusaha sewaktu-waktu.

Berdasarkan data sementara, para Caleg pengangguran ini tingkat usianya di atas 40-an tahun karena untuk golongan usia ini sulit bersaing memenangkan lowongan kerja. Selain menjadi Caleg, korban PHK lainnya juga ikut-ikutan menjadi tim sukses.

Ketua KPU Kabupaten Bekasi Adi Susila menyatakan pihaknya tidak punya data tentang korban PHK menjadi Caleg. “Karena persyaratannya tidak terfokus pada pekerjaan. Namun kemungkinan ini sangat masuk akal, karena begitu banyaknya Caleg yang tidak punya pekerjaan tetap,” ujar Adi.

Salah satu korban PHK yang menjadi tim sukses parpol maupun Caleg adalah Tondo Hadi, 50, warga Mangunjaya, Tambun, Bekasi. “Daripada nganggur lumayan dapat Rp400/sebulan, jadi tim sukses,” ujar mantan karyawan PT Cocacola yang kini menjadi koordinator pemenangan salah satu parpol. “Tugas saya hanya memasang spanduk dan menempel stiker,” katanya. Lain halnya dengan Muslih, 38, warga Bumi Bekasi Baru Rawalumbu Kota Bekasi. Dia menjadi petugas jaga markas Caleg di Bekasi di dekat rumahnya. “Lumayan, dapat penghasilan,” kata mantan office boy sebuah pabrik di Bekasi.

PERCEPAT APBD
Salah satu upaya Pemda DKI Jakarta menanggulangi pengangguran dan korban PHK yaitu mempercepat pengguliran proyek pembangunan melalui APBD sebesar Rp11 triliun dari total APBD 2009 sebesar Rp22,4 triliun. “Serta menyiapkan proyek padat karya di tiap RW dari dana program pemberdayaan masyarakat kelurahan (PPMK sebesar Rp80,1 miliar,” ujar Gubernur Fauzi Bowo.

“Percepatan pengguliran APBD ini salah satu dimaksudkan untuk mengantisipasi dampak pemutusan hubungan kerja karena puluhan ribu tenaga kerja bakal terserap dalam pelaksanaan proyek pembangunan pemda tersebut,” urainya. Data Dinas tenaga Kerja dan Transmigrasi DKI Jakarta, mencatat kini jumlah pengangguran di Jakarta mencapai 600 ribu orang. Sedangkan jumlah karyawan yang sudah di PHK sejak awal November 2008 sampai Februari 2009 mencapai 4000 orang.

BUKA USAHA
Data di Depnakertrans Kabupaten Tangerang dalam dua bulan terakhir mencatat sedikitnya 2.000 karyawan kena PHK karena perusahaan terkena imbas krisis global. “Soal pesangon, kami mengupayakan agar perusahaan membayar sesuai aturan,” papar Kepala Disnakertrans Tangerang Hasdanil.

Sejumlah korban PHK yang hingga kini belum dapat pesangon sangat berharap perusahaan bertanggung jawab. “Uang pesangon akan kami gunakan modal buka usaha kecil-kecilan,” ujar Mahyudin yang bersama 23 rekannya kena PHK dari PT BBA di Cipondoh sejak bulan lalu.

Salah satu korban PHK yang telah berhasil membuka usaha dari uang pesangon adalah Ny Warsiyem. Mantan karyawati PT Udy di Karawaci mendapat pesangin Rp30-an juta itu dipakai buka usaha dagang ikan basah sehingga penghasilannya melebihi saat masih bekerja di pabrik.

Disnaker Cilegon mencatat, sedikitnya 32 karyawan outsourcing (tenaga kontrak) telah diputus hubungan kerja (PHK) sejak Januari hingga akhir Februari ini. Mereka merupakan karyawan kontrak rekanan dua perusahaan rekanan PT Cabot yakni PT Nippon Raya Sejahtera (NRS) serta PT Cipta Karya. “PHK karyawan outsourcing ini terjadi awal Februari lalu. PT Cabot beralasan, karena produksinya berkurang, maka ada pengurangan karyawan kontrak. Ini salah satu dampak krisis global,” kata Kepala Disnaker Cilegon Taufiqurahman.

NGERINYA DAMPAK PHK
Gelombang PHK terjadi dimana-mana. Bagi Desi Novitasar, 23, merebaknya PHK sangat mengerikan. Maraknya PHK bisa membuat tingkat kejahatan, pelacuran, kemiskinan akan meningkat.

“Kalau banyak karyawan yang kena PHK cukup mengerikan. Tingkat kejahatan, pelacuran dan kemiskinan akan meningkat. PHK kok rombongan begitu,” terang peran Pretty, sang janda bahenol dalam seri komedi Suami-Suami Takut Istri (SSTI) kepada Pos Kota, Senin (2/3).

Desi memaklumi kalau terjadinya PHK akibat krisis global. Bukan Indonesia saja yang kena dampak krisis itu, banyak negara Asia mengalami krisis ekonomi.

“Pemerintah, dalam hal ini Depsos dan Depnaker, serta unsur lainnya harus bahu-membahu untuk mengatasi dampak PHK. Kalau tidak, tingkat kriminalitas akan meningkat,” papar cewek kelahiran Jakarta, 8 Desember 1984 ini.

Meski negara di atur pemerintah, namun cewek yang memiliki tinggi 170 cm dan berat 54 kg ini berharap pihak swsta ikut juga memikirkan masalah dampak dari banyaknya karyawan kena PHK. “Kita semua sebagai warga negara, sebaiknya membantu bila terjadi dampak maraknya karyawan yang kena PHK,” terang Desi Novitasari.

(TIM PK)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar